Ping your blog, website, or RSS feed for Free Natural dyeing with batavia flower (Jatropha integerrima Jacq.) | Kunthara - Handweaving in contemporary and traditional designs, Indonesian fabrics

Natural dyeing with batavia flower (Jatropha integerrima Jacq.)

4.15.2014



Batavia, merupakan tanaman yang berasal dari Kuba. Tanaman ini bisa dikategorikan sebagai tanaman hias, hal ini dapat dilihat dari batangnya yang tipis, daun yang bentuknya bervariasi, dan bunganya yang lebat dan berwarna cerah. Yang lebih menarik lagi tanaman Batavia ini tidak toleran tanah yang mengandung banyak garam, tetapi toleran terhadap tanah yang miskin dan kering. Tanaman Batavia cukup produktif dalam berbunga dan hampir sepanjang tahun. Selain itu tanaman ini juga sangat disukai oleh berbagai jenis kupu -kupu dan burung kolibri.

Eksperimen pencelupan kali ini menggunakan bunga batavia sebagai pewarna alam, dalam proses pencelupan kali ini dilakukan tanpa proses mordanting dan fiksasi. jadi semuanya dilakukan secara natural dan alami.

langsung kita cek pembuatannya yuk..

Siapkan bunga Batavia yang akan diekstraksi zat pewarna alamnya. (dalam pengumpulan bunga ini apabila semakin banyak bunga, semakin tua warnanya - diseimbangkan dengan perbandingan air)


Setelah itu siapkan air mendidih dan masukan bunga batavia yang telah disiapkan. (disini air jangan terlalu banyak agar zat pewarna agak mengental supaya bisa lebih mudah masuk kedalam serat benang)


Rebus hingga warna alami terpisah dari bunga. disini kita merebus dengan suhu sekitar 70derajat celcius. tunggu hingga warna air menjadi agak kecoklatan.


Setelah warna bunga menjadi pucat, tiriskan dan pisahkan hasil ekstraksi dengan bunga. (ini harus dilakukan beberapa kali perebusan sehingga kita mendapatkan hasil ekstaksi pewarna alam dengan sempurna. - apabila sekiranya hasil rebusan ekstraksi kurang kita bisa mengulangi dengan menambahkan bunga batavia.)


Hasil ekstraksi dari rebusan bunga tadi akan bewarna coklat kemerahan. (memang dibutuhkan banyak larutan pewarna alam agar scarf ukuran 40 x 140cm dapat menerima warna dengan sempurna.)


Siapkan scarf berbahan dasar 100% katun. agar dapat menyerap warna dengan baik.


Pencelupan harus dilakukan secara merata agar warna tidak belang.


Setelah pencelupan dilakukan secara merata, kali ini scarf harus direndam beberapa jam (disini kita merendam sekitar 3 jam agar warna dapat masuk merata kedalam benang)



Setelah perendaman selama beberapa jam, angkat scarf dan peras secara perlahan agar konstruksi benang scarf tidak rusak. lalu keringkan ( pengeringan jangan langsung dibawah terik matahari sebaiknya diangin-anginkan saja)


Hasil pencelupan pertama, perbandingan batavia pewarna alami disebelah kiri dengan scarf tanpa pewarna disebelah kanan.

Setelah pengeringan dan dibilas dengan air biasa akan didapatkan hasil pencelupan pertama yang ada di sebelah kiri.

Hasil pencelupan ketiga akan didapat warna yang lebih tua


Hasil pencelupan ketiga kali dengan tahapan proses pencelupan - penjemuran selama 3kali berturut-turut akan mendapat hasil seperti ini.(harus dipastikan dalam penjemuran scarf dalam keadaan kering sampai bisa masuk ketahap pencelupan lagi) hasil foto scarf tersebut sudah dites dengan pencucian menggunakan deterjen. Y.M.S




Image source: 
Dok. Pribadi


Share This Post

0 comments:

Post a Comment